Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

DEMITOLOGISASI IBRAHIM = SISTEM MONOTHEISME


"Dan sebagian dr tanda2 kekuasaaNnya adlh malam, siang, matahari n bulan
Jgnlah kamu menyembah matahari n jgn pula kpd bulan tetapi brsujudlah kpd Allah yg menciptakannya n hny kpdNya saja kamu menyembah" QS. 41:37
ayat ini menceritakan peringatan Nabi Ibrahim As kpd kaumnya bangsa Babilonia yg sgt maju tetapi menyembah benda2 langit spt matahari, bulan n planet2; mercurius, venus, mars, jupiter n saturnus
mrk menciptakan hari yg tujuh utk penyembahan kpd tuhan2 mrk benda2 langit tsb
7 hari yg qta kenal skrg adlh warisan dr bangsa Babilonia yg musyrik itu
ajaran ini turun temurun diikuti bangsa2 besar dikemudian hari spt macedonia, yunani, persia romawi lalu menyebar ke eropa bbrp buktinya bs qta liat dr terjemahanx bhs di eropa, semisal :
in english
SUNDAY (hari matahari) utk minggu
MONDAY (hari bulan) utk senin
SATURDAY (hari saturnus) utk sabtu
in french
MARSDAY (hari mars) utk selasa
MARCURIDAY (hari mercurius) utk rabu
ZUDAY (hari jupiter) utk kamis
VANCERDAY (hari venus) utk jumat
kemudian oleh Ibrahim konsep hari yg tujuh ini hny dijadikan penghitungan waktu saja tdkada ada lg acr ritual penyembahan kpd benda2 langit yg dituhankan tsb
konsep 7 hari ini kemudian diberikan nama2 angka saja 1,2,3,4, 5 & 7
dikemudian hari oleh bangsa arab disbt
AHAD
ITSNAYN
TSULASA
ARBA' A
KHAMIS
JUM' AH (hari shalat brsama)
SABT (in ibrani sabaat = hari ketujuh) in sansekrit SAPTA, in english seven
ini sdkit sejarahx prjuangan Nabi Ibrahim scra sistematis mendemitologisasikan paham kemusyrikan pd masa itu dgn ajaran tauhid yaitu bhw pendekatan ibadah kpd Tuhan itu melalui prbwtn amal saleh bukan ritual2 kebendaan (materialisme) kekuatan magis spt sesajen2 yg beranekaragam itu
sedangkan monotheisme Ibrahim saat itu bhw Tuhan dipahami sbg sang Pencipta segalanya serta Tuhan sbg wujud yg menghendaki spy makhlukNya manusia sbg ciptaanNya yg plg sempurna utk brbwt baik kpd sesamanya n tdk mempersekutukanNya QS. 18:110
maha benar Allah dgn sgala firmanNya....

NASIB PETANI LEBIH MENYEDIHKAN DARIPADA BURUH --


 (Kompasiana) Rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya menjadi petani sekitar 30 juta orang. Nilai saing hasil produk pertanian Indonesia semakin terpuruk. Apalagi dengan masuknya produk hasil pertanian impor. Yang semakin menyedihkan, sebenarnya ketika panen, hasil panen berlimpah. Tetapi pengolahan pasca panen tidak memadai. Sehingga 40% hasil pertanian, musnah membusuk, menjadi mubazir. Bayangkan, 40%! Itu karena ketidakmampuan kementan dalam menyediakan teknologi tepat-guna sederhana di level petani!

Dan nasib petani akan semakin terpuruk ketika Indonesia memasuki pasar bebas ASEAN di tahun 2015. Ketika negara-negara ASEAN akan membarrier produk pertanian Indonesia masuk ke negaranya karena alasan keamanan, maka disini lagi-lagi kementan keteteran dalam menyediakan sistem di pintu masuk impor untuk masalah keamanan pangan segar.

Berdasarkan UU Pangan, otoritas keamanan pangan segar ada di tangan kementan. Bukan di tangan Kemenkes ataupun BPOM, yang otoritasnya mengawasi pangan kemasan, obat dan kosmetika. Selama ini, jika kementan menahan laju impor dengan alasan quota, mesti akan disemprit oleh WTO. Dan merepotkan memberi argumen jika terjadi gugatan internasional. Maklum, Indonesia kan good boy di WTO, hehee.

Tetapi jika dengan alasan keamanan pangan, mekanisme ini dipakai oleh negara-negara maju untuk membarrier produk impor negara lain (terutama negara berkembang). Inilah yang menjadi masalah di Indonesia. Karena sistem pengawasan keamanan pangan di pintu masuk impornya lemah atau bahkan tidak ada. Dan itu otoritas kementan!

Bahkan kemarin, saya baru tahu, selama ini pangan segar berpengawet nuklir (pangan iradiasi) pun sudah banyak masuk ke Indonesia (dari AS), tetapi disini malah belum ada standar nasional indonesianya (SNI).

Jika belum ada standar, maka pangan itu masuk seperti air bah, dan tidak ada mekanisme penahannya. Makanya, buah impor bisa berharga sangat murah, karena standar keamanan pangannya memang tidak ada, alias pangan ’sampah’ yang masuk ke sini. Tidak ada tuntutan dan pemeriksaan standar keamanan pangan di pintu masuk impor. Jadi berhati-hatilah dengan buah, sayur impor. Keamanan pangannya sangat diragukan.

Dengan tidak adanya mekanisme menahan laju impor, dipastikan nasib petani akan semakin terpuruk. Tetapi apa yang sudah dilakukan oleh kementan? Subsidi pertanian Rp 147 T, lebih banyak ke pengusaha pupuk dan benih. Tidak ada subsidi langsung ke petani. Apalagi untuk petani organik, murni pupuk, benih dan pestisidanya hasil dari bikinan sendiri, tanpa subsidi sedikitpun dari pemerintah.

Bahkan di acara ini, petani pun mengungkapkan unek-uneknya, karena untuk kredit usaha rakyat (KUR) tidak dapat diakses petani. Ada ratusan trilyun uang tersimpan di BI, tetapi tidak dapat diakses petani karena dianggap resiko bertani terlalu besar. Apalagi petani dianggap tidak bisa hitung-hitungan keuangan.

Jadi, jika buruh masih bisa diperhitungkan dan mendapat gaji tetap setiap bulan, maka nasib petani yang berjumlah 30 juta ini akan semakin tersisih. Masih ada hari buruh nasional, dan diperingati dengan libur pula, tetapi apakah ada hari petani nasional dan kepedulian pemerintah secara nyata terhadap nasib petani?


Ya sudah, Salam Kompasiana!

Berikut adalah Life tweet dari Mata Najwa Tentang bagaimana TKI Indonesia dirampok dibandara, oleh organisasi yang dibentuk oleh pemerintah : BNP2TKI

Berikut adalah Life tweet dari Mata Najwa, Tentang bagaimana TKI Indonesia dirampok dibandara, oleh organisasi yang dibentuk oleh pemerintah : BNP2TKI

1.Telah hadir di studio, mantan TKI korban pungli, Mutmainah.

2.“Turun dr pesawat, paspor diperiksa. TKI lalu dipisahkan pintu keluarnya” Mutmainah #MN

3.“Pdhl kita tau pintu keluar, tp dilarang dgn ancaman paspor ditahan. Petugas BNP2TKI memaksa kita ikut mereka ke jalur TKI” Mutmainah #MN

4.“Kita lalu dipaksa naik ke bis, lalu orang yg mengangkat tas kita, meminta uang” Mutmainah #MN

5.“Saya sdh menolak, blg mau ke Pasar Minggu.Tp mereka memaksa dgn menahan paspor kita” Mutmainah #MN

6.“Di bis, dimintai iuran angkat barang. Sy ksh Rp10rb malah dilempar, katanya ngasih kok ga ngira2. Mintanya di atas Rp50rb” Mutmainah #MN

7.“Di bandara, bk spanduk ‘Pungli adalah Kejahatan’, tp nyatanya ga sesuai dgn yg di spanduk” Mutmainah #MN

8.“Kemudian dipaksa menukar uang asing di situ. Wkt dibilang nggak ada uang, mereka tdk percaya dan menggeledah barang kita” Mutmainah #MN

9.“Di depan mata saya, ada yg sampai nangis2 karena disuruh telanjang wkt blg dia nggak ada uang” Mutmainah #MN

10.Kalau kita blg ‘Sy hny pny uang segini’, petugas tdk percaya dan blg pasti ada uang disimpan di (pakaian) dalam” Mutmainah #MN

11.“Petugas juga blg ‘Bohong kalau kamu tdk punya uang, kamu kan TKI, masa ga punya uang?” Mutmainah #MN

12.“Di tempat penukaran uang itu, harganya murah sekali, 1 ringgit hanya Rp 2.500” Mutmainah #MN

13.“Tiket travelnya sgt mahal, menunggunya dr pagi s/d malam. Yg minta uang di travel sepertinya aparat, tdk kelihatan wajahnya” Mutmainah #MN

14.“Kalau sdh mau turun, disuruh duduk di dkt sopir, lalu sopirnya minta uang lagi. Mereka mintanya lbh dr Rp100rb” Mutmainah #MN

15.“Waktu keberangkatan, paspor saya diperiksa petugas imigrasi, lalu dimintai uang Rp 600 ribu.” Mutmainah #MN

17.“Waktu mau ke Taiwan, agensi suruh kita ttd di kertas kosong. Katanya sy hrs bayar 30rb yen sbg tanda terima kasih” Mutmainah #MN

18.“Katanya kalo ga bayar, nanti dpt masalah. Sudah saya bayar, malah nggak ada kuitansinya” Mutmainah #MN

Demikianlah sepotong Cerita bagiamana BNP2TKI yang dikepalai oleh Jumhur Hidayat memperlakukan para TKI. DI Metro TV Pak Jumhur Berkilah itu hanyalah Oknum, tapi kenapa bisa ada terus menerus? dibiarkan? atau malah sebenarnya bagian dari BNP2TKI ?

Sebarkan catatan ini, dan biarkan smua org yang punya rasa kemanusiaan, ikut menyebarkan dan bersama-sama berjuang menyita perhatian pemerintah membereskan kasus ini. mereka bukan hanya sekedar TKI tapi para ibu yang berjuang untuk anaknya yg ingin sekolah, berjuang untuk keluarganya yang sedang sakit dan berbabagai alasan baik lainnya.