Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

KOIN GUNUNG PADANG : HASIL KARYA MANUSIA BERUPA LOGAM DIHASILKAN MELALUI CETAKAN




Pada sekitar pukul 24.00 di antara tanggal 14 dan 15 September 2014 ditemukan sejenis koin di Situs Gunung Padang. Penemuan ini diperoleh melalui proses pengeboran menggunakan pipa berdiameter 5cm. Pengeboran dilakukan di Teras 5. Pada KEDALAMAN 11 meter diperoleh koin yang kemudian dilakukan analisis awal Oleh Tim Arkeologi (DR . Ali Akbar dkk)

Temuan tersebut merupakan artefak karena menunjukkan HASIL KARYA MANUSIA. Artefak dibuat dari LOGAM dan kini kondisinya telah mengalami proses oksidasi. Temuan berwarna hijau kecoklatan. Uji sederhana menggunakan magnet menunjukkan logam tersebut bukan besi. Temuan memiliki dua sisi, masing-masing berpermukaan datar. Diameter 170mm, tebal 1,5mm.

Sisi pertama tidak terlalu jelas menunjukkan gambar atau motif tertentu kecuali lingkaran di bagian dalam dengan jarak 3 mm dari pinggiran. Sisi kedua terdapat banyak motif atau gambar. Pada bagian pinggir atau tepian terdapat motif garis tegak menyambung dengan garis mendatar menyambung dengan garis tegak.

Motif seperti ini dalam khasanah arkeologi disebut motif gawangan (seperti gawang). Pada jarak 6,5mm dari bagian pinggiran terdapat lingkaran. Lingkaran dengan diameter 10,5mm tersebut setelah


diteliti lebih lanjut ternyata terdiri atas 84 lingkaran kecil.

Lingkaran-lingkaran kecil tersebut terletak berdampingan membentuk lingkaran. Masing-masing lingkaran kecil berukuran sama yakni 0,3 mm. Suatu ukuran yang maha kecil, sehingga untuk membuatnya diperlukan ketelitian, kesabaran, dan tingkat presisi yang super tinggi. Detail yang terdapat pada benda ini, ukurannya yang sangat kecil, dan konsistensi ukuran membawa pada kesimpulan sementara bahwa benda ini dihasilkan dengan teknik DICETAK.(ERik Rizki, sekretaris Timnas Riset Gunung Padang)

sumber : TTRM

cara membuat pupuk organik cair dza

PUPUK ORGANIK CAIR DZA

KOMPOSISI BAHAN-BAHAN PUPUK ORGANIK CAIR DZA
DALAM 1 PORSI :
1. KIRINYUH 1 Kg
2. KEMBANG BULAN 1 Kg
3. SINTRONG 2 Ons
4. BABADOTAN 3 Ons
6. KALIANDRA 1 Ons
7. SERUNI 1 Ons
8. BAYAM HIJAU LIAR 2 Ons
9. PAKOASI 5 Ons
10. TALIPUTRI 1 Ons
11. JALANTIR 1 Ons


• Untuk Kersen bisa ditambahkan setelah proses penggilingan, kersen yang telah diblender ditambahkan dengan komposisi 1 gentong pupuk ditambah 1 liter kersen, sementara kecoak bisa ditambahkan juga secukupnya kalau ada, dengan terlebih dahulu diblender.
Teknik Pembuatan POC DZA
1. Pemilihan dan Pengumpulan Bahan
Bahan dipilih dan dikumpulkan,kemudian ditimbang atau ditakar disesuaikan dengan berat dan jenis tanaman bahan yang tercantum diatas, untuk porsinya disesuaikan dengan kemampuan dan kehendak kita yang didasarkan pada seberapa banyak pupuk yang akan dibuat oleh kita tinggal dikalikan dengan porsi yang tercantum diatas. Pilihlah bahan yang lunak agar mudah pada saat perajangan atau pencacahan maupun proses penggilingan, penghancuran atau pembuburan.
2. Proses Perajangan atau pencacahan
Setelah ditimbang atau ditakar sesuai porsi diatas bahan dirajang atau dicacah dengan pisau atau golok atau kalau dalam porsi banyak bisa menggunakan mesin pencacah atau perajang yang biasa digunakan untuk merajang atau mencacah kompos. Rajang atau cacah sehalus mungkin agar mudah pada saat penggilingan,penghancuran atau pembuburan.
3. Proses mencampurkan bahan yang telah dirajang atau dicacah secara merata
Bahan yang telah dirajang atau dicacah dicamurkan dengan merata dengan tangan,kalau dalam jumlah banyak bisa menggunakan sekop atau cungkir lakukan sampai bahan benar-benar tercampur secara baik dan merata.
4. Proses penggilingan,penghancuran atau pembuburan
Setelah bahan hasil rajangan dicampur aduk secara merata. Siapkan air untuk merendam dan juga untuk melicinkan mesin penggiling dengan perbandingan air = 1 gentong kapasitas 120 liter berbanding dengan 20 liter sd 30 liter lebih baik lagi kalau air tadi sudah dicampur dengan air kelapa basi. Selanjutnya hidupkan mesin penggiling masukan bahan ke mesin penggiling setelah sebelumnya direndam sebentar di air campuran air kelapa basi tadi. Jangan menambahkan air dari luar gunakan air yg 20 sd 30 liter tadi sebagai perendam bahan dan pelicin mesin,untuk melicin kan mesin bisa mengunakan hasil gilingan mesin yang dibolak balik digunakan untuk melicinkan,dan pemperlancar mesin. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kandungan air yang berlebihan dalam hasil gilingan pupuk tadi sehingga mendapatkan hasil gilingan yang kental dan ini berdampak pada kualitas dan kuantitas kepadatan mikroba yang dihasilkan dikemudian hari.
Untuk cara manual yaitu penghancuran bahan pupuk dengan ditumbuk cukup dengan merendam bahan yang telah dirajang tadi sebentar kemudian ditumbuk sampai halus untuk penambahan air kelapa basi bisa dilakukan setelah bahan-bahan dihancurkan halus.
Perlu diperhatikan juga tempat penyimpanan hasil gilingan atau pupuk cair haruslah dari bahan plastik agar tidak terjadi korosi atau karat dan juga harus tertutup atau memiliki tutup contohnya ember plastik dan tutupnya,gentong dan tutupnya.
5. Proses penambahan Starter POC DZA
Ini dimaksudkan untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas mikroba DZA yang sama dan seragam sebagaimana karakteristik,akselerasi serta kemampuan mikroba DZA yang seharusnya,sehingga kita mempunyai hasil pupuk yang sama dan seragam. Dan juga dengan adanya penambahan Starter DZA kita dapat mempercepat kematangan pupuk sehingga dapat membantu mempercepat dan meningkatkan produktifitas Pembuatan pupuk.
6. Proses Pengadukan.
Proses ini penting lakukan minimal 3 x sehari selama 1 bulan pertama, lakukan pada saat pagi,siang atau sore lakukan selama 5 sd 15 menit setiap kali mengaduk. Gunakan tongkat bambu atau kayu untuk alat pengaduknya proses ini harus dilakukan secara manual jangan menggunakan mesin. Cara mengaduknya harus seperti towaf,berlawanan arah jarum jam yakni diputar dari kanan ke kiri turun naik,lakukan sesering mungkin ini dimaksudkan agar pergerakan mikrobanya sesuai dengan pergerakan molekular alam semesta sehingga mendapatkan hasil POC DZA yang lebih baik.

Informasi lebih lanjut hubungi :
Kang Otang hp. 0818627413
Kang Suryadi hp.087778889165
Grup FB GRANUMA Pupuk Organik Cair DZA
FB TIM PERTALA-Pertanian Alami


Ada Partikel Aneh di Perut Bumi

Para ilmuwan telah mengidentifikasi partikel misterius di dalam Bumi. Partikel aneh yang disebut geoneutrino atau bagian dari partikel antimateri neutrino (partikel dasar yang memiliki massa sangat kecil sehingga dapat menembus Bumi), menurut para ilmuwan, bersembunyi jauh di bawah permukaan Bumi.

setiap partikel bermateri memiliki partikel berlawanan, yaitu partikel antimateri. Partikel antimateri ini memiliki muatan yang berlawanan, dan saat kedua partikel ini bertemu, keduanya saling menghilangkan.

Partikel geoneutrino bukan sembarang partikel. Ilmuwan menyebutkan, partikel ini bisa saja mengungkapkan berapa banyak panas yang dihasilkan Bumi, dan bisa mengonfirmasi bahwa Bumi terbentuk dari materi matahari.
Ilustrasi / sciencedaily.com
Mesin Panas Raksasa

Bagaimana partikel aneh ini terbentuk? Penulis studi yang juga fisikawan di Gran Sasso National Laboratory Italia, Aldo Ianni menjelaskan, saat Bumi terbentuk, elemen-elemen radioaktif torium dan uranium  tersebar pada bagian dalam Bumi dengan konsentrasi berbeda, baik pada kerak Bumi maupun lapisan Bumi.

Kemudian elemen tersebut secara radioaktif membusuk, dan mengeluarkan panas, membentuk partikel subatomik yang dikenal sebagai geoneutrino.

Panas yang terbentuk dari pembusukan ini merupakan mesin yang menggerakkan gerakan kental, mencarikan materi yang membentuk lapisan bumi.

Hal ini dapat menggeser lempeng tektonik yang kemudian menyebabkan gempa Bumi.

Peneliti memiliki model untuk memprediksi berapa banyak panas yang dihasilkan di dalam Bumi. Untuk mengukurnya terasa rumit mengingat terletak bermil-mil di bawah permukaan.

"Jika Anda ingin memahami berapa banyak panas yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif ini, satu-satunya cara untuk memahami yaitu yang disebut panas radiogenik melalui geoneutrino," kata Ianni.

 
Partikel Kecil

Untuk melakukan hal itu, para peneliti di laboratorium bawah tanah Gran Sasso, dengan kedalaman hampir satu mil di bawah sebuah gunung di Italia, mencari sinyal di kolam besar berisi minyak cair yang berkilau atau kolam yang menghasilkan kilatan cahaya saat partikel seperti proton melewati kolam tersebut.

Ianni mengatakan, saat geoneutrino melewati cairan berkilau, partikel ini bertemu proton dan memancarkan positron dan kemudian neutron, menciptakan sinyal khas.

Banyak dari partikel-partikel aneh ini pada awalnya diidentifikasi berasal dari reaktor nuklir pembangkit listrik.

Tapi, dengan mengukur tingkat energi neutrino, geoneutrino ini bisa mengisolasi 30 persen tingkat energi neutrino yang berasal dari lapisan bumi.

Partikel geoneutrino tercipta dari pembusukan radioaktif torium dan uranium dalam sebuah reaksi yang mengeluarkan sejumlah panas.

Akibatnya, seberapa sering para peneliti menemukan partikel ini dapat mengungkapkan jumlah elemen radioaktif yang bersembunyi di lapisan Bumi, dan pada gilirannya mengetahui berapa banyak panas yang dihasilkan.

Bila perkiraannya tepat, maka ini membantu para ilmuwan memperbaiki pengetahuan mereka tentang lempeng tektonik.

Tak hanya itu, kata Ianni, partikel ini juga dapat mengonfirmasi teori bahwa Bumi terbentuk dari matahari.

Meteorit yang berasal dari sejarah awal Tata Surya mengandung rasio khusus uranium dan torium yang sangat erat mencerminkan komposisi permukaan matahari.

Dengan membandingkan rasio dengan jumlah unsur radioaktif yang ditemukan di dalam bumi, dapat mengkonfirmasi asal usul matahari Bumi.

Temuan ini telah dirinci pada jurnal preprint arXiv.org pada 11 Maret 2013.





Sumber:vivanews