Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

SITUS MEGALITH DI SULAWESI YG MIRIP PATUNG DI EASTER ISLAND



Satulagi situs megalitik yg layak dikaji di sulawesi tengah, di sebuah lembah di sulteng ini kita akan menyaksikan arca-arca atau patung batu unik yang terhampar luas di padang savana.
Di lembah ini ratusan arca batu bisa kita temukan. Jarak dari satu arca ke arca lainnya bervariasi. Ada yang jaraknya mencapai 50 meter, bahkan ada pula yang sampai 100 meter. Tapi, yang paling mudah dicapai adalah situs arca Tadulako yg menurut crita setempat adalah arca panglima perang.
Berdiri di atas sebuah bukit, arca ini menghadap ke arah barat, yakni ke arah matahari terbenam. Menurut Munis Taro totua adat Besoa, Tadulako adalah panglima perang yang tersisa dari sebuah perang suku di zaman sekitar 3.000 Sebelum Masehi. Ia dikutuk menjadi batu setelah dipukul kepalanya oleh seorang perempuan musuh dengan batang alu.
Itu kisah turun-temurun yang diketahui sampai kini tentang Tadulako. Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan kisah ini muncul, tapi dari perhitungan peneliti, kisah ini ada sejak ribuan tahun lalu, tutur Munis Taro yang kini berusia 72 tahun .
Saking terkenalnya arca ini, sebuah perguruan tinggi negeri di Palu, Sulawesi Tengah dinamai Universitas Tadulako. Tadulako merujuk pada gelar pemimpin perang atau orang yang sangat dihormati. Tadulako sama dengan Senopati dalam tradisi Jawa.

Lembah Megalitikum Besoa terletak sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju ke situs purbakala yang menyimpan cerita dari zaman prasejarah itu, kita harus berjalan kaki kurang dari 1 kilometer melewati pesawahan dan menyaksikan kerbau-kerbau petani yang sedang berkubang.

Di dekat arca Tadulako sekitar 50 meter kita juga akan menemukan Kalamba. Ini yang menarik. Menurut cerita, arca ini dulunya adalah bak mandi para putri raja. Bentuknya seperti ember besar. Kalamba ini mempunyai tutup yang juga terbuat dari batu alam.
Berkunjung ke lembah Megalitum bak terlempar jauh ke masa prasejarah di mana manusia belum mengenal tulisan. Selain Tadulako, salah satu arca yang fenomenal adalah Patung Sepe, yang biasa disebut pula Arca Miring, karena posisinya berdiri seperti Menara Pisa di Roma, Italia. Tak ada yang tahu pasti kenapa Patung Sepe ini posisinya miring.
Untuk menuju ke situs ini, kita bisa menempuhnya dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Lalu dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki sekira 300 meter dari jalan utama di Lembah Napu.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Tengah saat ini terdapat 432 objek situs megalit di Sulawesi Tengah. Tersebar di Lore Utara dan Lore Selatan, Kabupaten Poso. sebanyak 404 situs dan di Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi sebanyak 27 situs.

Saat ini, sebagian besar arca yang ditaksir berusia sekitar 3000 4000 SM itu masih berada di situs alamnya di Lembah Napu, Bada dan Besoa di Kecamatan Lore Utara dan Lore Selatan, Kabupaten Poso. Sementara sebagiannya sudah dibawa ke Museum Negeri Sulawesi Tengah.
Arca megalitikum semacam ini adalah hal yang langka di dunia karena hanya terdapat di Napu, Besoa, Bada dan di Marquies Island, Amerika Latin.
Dr Albertus Christiaan Kruyt (1869-1949) dan Dr Nicolaus Adriani yang tiba di Poso pada 1895, dua orang misionaris dan juga ahli etnografer Belanda, mencatat sebelum masuknya Belanda ke Poso pada 1908, masyarakat Poso masih memperlakukan penguburan mayat-mayat anggota suku mereka di dalam batu maupun kayu. Sebagai bukti, sampai sekarang kita masih bisa menyaksikan Goa Latea, salah satu situs penguburan di dalam kubur batu dan goa-goa di Tentena, Sulawesi Tengah, sekitar 300 kilometer dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Martin, salah seorang juru pelihara situs megalitikum di Lembah Besoa, dari sejumlah situs megalitikum di Kabupaten Poso itu terdapat beragam peninggalan zaman megalitikum. Ada yang berupa arca, menhir atau dolmen.
Jadi arca-arca megalitikum di sini sangat beragam. Bisa jadi situs ini yang paling beragam di Indonesia. Sayangnya, kita memang kurang promosi, sehingga kurang dikunjungi oleh wisatawan. Paling yang datang ke sini adalah peneliti.
Dibanding situs-situs arkeologi lainnya, situs ini kurang mendapat perhatian. Padahal kita tahu usia arca-arca megalitikum itu lebih tua daripada Borobudur.
Sulteng memiliki 1.451 buah arca dari situs megalitikum yang terseber di Lembah Napu, Lembah Bada dan Lembah Besoa, Kabupaten Poso. Diperkirakan situs megalitikum Sulteng adalah yang terluas di Indonesia.
sumber : atlantis indonesia

DEMITOLOGISASI IBRAHIM = SISTEM MONOTHEISME


"Dan sebagian dr tanda2 kekuasaaNnya adlh malam, siang, matahari n bulan
Jgnlah kamu menyembah matahari n jgn pula kpd bulan tetapi brsujudlah kpd Allah yg menciptakannya n hny kpdNya saja kamu menyembah" QS. 41:37
ayat ini menceritakan peringatan Nabi Ibrahim As kpd kaumnya bangsa Babilonia yg sgt maju tetapi menyembah benda2 langit spt matahari, bulan n planet2; mercurius, venus, mars, jupiter n saturnus
mrk menciptakan hari yg tujuh utk penyembahan kpd tuhan2 mrk benda2 langit tsb
7 hari yg qta kenal skrg adlh warisan dr bangsa Babilonia yg musyrik itu
ajaran ini turun temurun diikuti bangsa2 besar dikemudian hari spt macedonia, yunani, persia romawi lalu menyebar ke eropa bbrp buktinya bs qta liat dr terjemahanx bhs di eropa, semisal :
in english
SUNDAY (hari matahari) utk minggu
MONDAY (hari bulan) utk senin
SATURDAY (hari saturnus) utk sabtu
in french
MARSDAY (hari mars) utk selasa
MARCURIDAY (hari mercurius) utk rabu
ZUDAY (hari jupiter) utk kamis
VANCERDAY (hari venus) utk jumat
kemudian oleh Ibrahim konsep hari yg tujuh ini hny dijadikan penghitungan waktu saja tdkada ada lg acr ritual penyembahan kpd benda2 langit yg dituhankan tsb
konsep 7 hari ini kemudian diberikan nama2 angka saja 1,2,3,4, 5 & 7
dikemudian hari oleh bangsa arab disbt
AHAD
ITSNAYN
TSULASA
ARBA' A
KHAMIS
JUM' AH (hari shalat brsama)
SABT (in ibrani sabaat = hari ketujuh) in sansekrit SAPTA, in english seven
ini sdkit sejarahx prjuangan Nabi Ibrahim scra sistematis mendemitologisasikan paham kemusyrikan pd masa itu dgn ajaran tauhid yaitu bhw pendekatan ibadah kpd Tuhan itu melalui prbwtn amal saleh bukan ritual2 kebendaan (materialisme) kekuatan magis spt sesajen2 yg beranekaragam itu
sedangkan monotheisme Ibrahim saat itu bhw Tuhan dipahami sbg sang Pencipta segalanya serta Tuhan sbg wujud yg menghendaki spy makhlukNya manusia sbg ciptaanNya yg plg sempurna utk brbwt baik kpd sesamanya n tdk mempersekutukanNya QS. 18:110
maha benar Allah dgn sgala firmanNya....

TIM RISET TTRM MEMBUKA TANGGA ASLI UTARA GUNUNG PADANG






Situs Gunung Padang merupakan bangunan punden berundak peninggalan jaman prasejarah. Situs ini merupakan salah satu situs megalitik terbesar di Asia Tengga. Situs terletak di puncak bukit yang dikelilingi oleh lembah-lembah dan perbukitan. Di sebelah tenggara terdapat Gunung Melati, di sebelah barat daya terdapat Pasir Empet dan Gunung Karuhun, di sebelah barat laut terdapat Pasir Pogor dan Pasir Gombong, dan di sebelah timur laut terdapat Pasir Malang.

Ketinggian puncak situs sekitar 100 meter dari gerbang situs yang terletak di level parkir. Untuk menuju puncak Situs Gunung Padang terdapat 2 jalur naik yaitu melalui tangga utama (lama) yang memiliki 376 anak tangga dan tangga baru dengan lebih dari 500 anak tangga. Tangga utama cukup
curam (kemiringan sekitar 40 derajat) sedangkan tangga baru lebih landai dan nyaman untuk didaki.

Tangga utama terletak di sisi utara dari Situs Gunung Padang, terdiri dari batu columnar joint yang disusun cukup rapi meskipun ukurannya tidak terlalu homogen. Pada bulan Agustus 2014, Periset mencoba membuat mapping tangga utara berupa rekaman foto dan ukuran dari tiap anak tangga.Berikut contoh beberapa rekaman yang berhasil dibuat :




Banyak orang menganggap bahwa tangga utara situs Gunung Padang merupakan tangga asli, namun sebenarnya tangga tersebut baru dibuat secara bertahap mulai tahun 1970-an. Menurut penuturan bapak Nanang, juru pelihara Situs Gunung Padang yang lahir di sekitar situs, dahulu belum ada tangga permanen untuk menuju puncak situs. Bila ada peziarah yang ingin menuju puncak situs, mereka harus melalui jalan setapak yang terbuat dari tanah. Sehingga perjalalan menuju puncak situs menjadi cukup sulit terutama pada saat musim hujan.

Seiring dengan waktu, peziarah yang mengunjungi puncak situs semakin meningkat. Untuk membantu para peziarah menuju puncak, maka oleh masyarakat sekitar mulai dibuat tangga menuju ke atas situs. Tangga tersebut disusun secara tradisional dari batu-batu columnar joint yang
banyak berserakan di bawah situs. Oleh sebab itu, meskipun cukup rapi, namun tangga utara ini memiliki ukuran tinggi anak tangga yang bervariasi mulai dari beberapa cm hingga ada yang lebih dari 50 cm. Bentuknya pun tidak lurus, melainkan berbelok-belok, mengikuti jalan setapak yang
sudah ada terlebih dahulu.

DIMANA TANGGA ASLI ?
Pertanyaan yang timbul dari kondisi tersebut adalah : bila tangga utara bukan tangga asli, lalu yang dimana tangga yang asli ?




Pada foto tahun 2006 dan 2009 terlihat pada level parkir belum ada bangunan seperti sekarang. Selain itu, di bawah situs (antara puncak situs dengan level parkir) ada rekaman pohon besar yang pada foto 2013 pohon tersebut sudah tumbang. Yang tersisa tinggal bekas akar pohon.




Menurut penuturan beberapa orang dan dibuktikan oleh Tim riset : tangga asli terdiri dari 2 bagian : bagian atas dan bagian bawah. Tangga bagian atas sangat lebar, ukurannya sama dengan lebar teras-1. Tangga bagian atas
membentang dari teras-1 hingga ke posisi ex-pohon besar. Bekas-bekas tangga asli bagian atas masih ditemukan di beberapa singkapan di bawah teras-1.
Tangga asli bagian bawah ada 2 buah (kiri dan kanan), membentang dari sekitar posisi ex-pohon besar hingga ke persawahan jauh di bawah level parkir. Diperkirakan area sawah tersebutdahulunya merupakan sebuah telaga. Tangga bawah mengapit sumur di dekat gerbang situs. Beberapa singkapannya terlihat di bawah toilet umum pada level parkir.






Periset TTRM Ir Juniardi (ahli sipil dan Telemetri)

KOIN GUNUNG PADANG : HASIL KARYA MANUSIA BERUPA LOGAM DIHASILKAN MELALUI CETAKAN




Pada sekitar pukul 24.00 di antara tanggal 14 dan 15 September 2014 ditemukan sejenis koin di Situs Gunung Padang. Penemuan ini diperoleh melalui proses pengeboran menggunakan pipa berdiameter 5cm. Pengeboran dilakukan di Teras 5. Pada KEDALAMAN 11 meter diperoleh koin yang kemudian dilakukan analisis awal Oleh Tim Arkeologi (DR . Ali Akbar dkk)

Temuan tersebut merupakan artefak karena menunjukkan HASIL KARYA MANUSIA. Artefak dibuat dari LOGAM dan kini kondisinya telah mengalami proses oksidasi. Temuan berwarna hijau kecoklatan. Uji sederhana menggunakan magnet menunjukkan logam tersebut bukan besi. Temuan memiliki dua sisi, masing-masing berpermukaan datar. Diameter 170mm, tebal 1,5mm.

Sisi pertama tidak terlalu jelas menunjukkan gambar atau motif tertentu kecuali lingkaran di bagian dalam dengan jarak 3 mm dari pinggiran. Sisi kedua terdapat banyak motif atau gambar. Pada bagian pinggir atau tepian terdapat motif garis tegak menyambung dengan garis mendatar menyambung dengan garis tegak.

Motif seperti ini dalam khasanah arkeologi disebut motif gawangan (seperti gawang). Pada jarak 6,5mm dari bagian pinggiran terdapat lingkaran. Lingkaran dengan diameter 10,5mm tersebut setelah


diteliti lebih lanjut ternyata terdiri atas 84 lingkaran kecil.

Lingkaran-lingkaran kecil tersebut terletak berdampingan membentuk lingkaran. Masing-masing lingkaran kecil berukuran sama yakni 0,3 mm. Suatu ukuran yang maha kecil, sehingga untuk membuatnya diperlukan ketelitian, kesabaran, dan tingkat presisi yang super tinggi. Detail yang terdapat pada benda ini, ukurannya yang sangat kecil, dan konsistensi ukuran membawa pada kesimpulan sementara bahwa benda ini dihasilkan dengan teknik DICETAK.(ERik Rizki, sekretaris Timnas Riset Gunung Padang)

sumber : TTRM

Mayor Daan Mogot, Pahlawan Berumur 17 Tahun Yang Terlupakan


Mayor Elias Daan Mogot, 17 tahun, Mantan Direktur pertama Militer Akademi Tangerang (MAT)
JAKARTA, SACOM - Mungkin seluruh warga Jakarta ini pernah melewati Jalan Daan Mogot. Tapi tahukah Anda nama itu sesungguhnya diambil dari nama seorang pahlawan yang baru berusia 17 tahun?
Jalan Daan Mogot Jakarta Barat adalah jalan panjang yang mengkoneksikan antara Provinsi DKI Jakarta dengan Tangerang, Banten. Jalan ini memiliki sejarah yang unik dan berbau perjuangan kemerdekaan.
Diambil dari nama Elias Daniel Mogot, atau dikenal sebagai Daan Mogot, pemuda “kawanua” Manado.
Kalau Anda mengenal Irjen Gordon Mogot atau Kolonel Alex Kawilarang (Mantan Panglima Kodam Siliwangi), nah keduanya masih bertalian saudara dengan tokoh perjuangan kita ini.
Kisah Daan Mogot sesingkat umurnya. Namun meski singkat, tapi kisah hidupnya memiliki peranan yang sangat penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Mulai bergabung dalam dunia ketentaraan di usia sangat belia yakni 14 tahun, atau tepatnya pada tahun 1942. Ia masuk PETA (Pembela Tanah Air), tentara binaan di era penjajahan Jepang. Tentu saja usianya tidak memenuhi kualifikasi syarat 18 tahun.
Tapi dikabarkan karena perawakannya besar dan memiliki sifat kedewasaan pihak Jepang percaya saja bahwa Daan Mogot sudah berusia 18 tahun.
Daan Mogot pernah berperang di Bali. Di situlah ia berkenalan dan akrab dengan Kemal Idris dan Zulkifli Lubis. Daan Mogot juga pernah dipercayakan sebagai instruktur PETA wilayah Bali dan Jakarta.
Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang pun keok dari Sekutu. Dua hari kemudian Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945.
Tahun 1945 atau hanya dalam waktu dua tahun saja, pangkatn Daan Mogot sudah Mayor dan ditunjuk sebagai Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR, atau cikal-bakal TNI-red) Jakarta.
Dalam usia belia itu ia kemudian juga mendapatkan kepercayaan menjadi Direktur akademi militer awal-awal di Indonesia yang berkedudukan di Tangerang, Akademi Militer Tangerang (MAT) namanya.
Ide pendirian MAT memang salah satunya datang dari Daan Mogot. Gagasan tersebut diterima oleh pimpinan besar militer pusat Indonesia. Kemudian diangkatlah Daan Mogot menjadi Direktur MAT pertama pada tanggal 18 November 1945.
Sayangnya jabatannya itu adalah jabatannya yang tertinggi sekaligus terakhir dalam kisah karir militer anak muda belia tersebut. Pada tanggal 25 Januari 1946, ia dinyatakan gugur dalam pertempuran sengit di Hutan Lengkong Tangerang, Banten.
Begini kisahnya, pada tanggal 24 Januari 1946, Mayor Daan Mogot mendapatkan kabar kalau Belanda segera akan menuju ke Tangerang untuk melucuti persenjataan tentara Jepang di Lengkong.
Tentu saja rencana Belanda itu jika berhasil akan menodai kedaulatan Indonesia, sekaligus mengancam keberadaan MAT dan Resimen IV TKR Tangerang.
Untuk itu Komandan Resimen IV Tangerang, Letkol Singgih, memanggil Mayor Daan Mogot untuk membantu memperkuat Resimen tersebut.
Pada tanggal 25 Januari 1946 berangkatlah pasukan yang terdiri dari 70 orang taruna siswa MAT pimpinan Mayor Daan Mogot ke markas tentara Jepang di Lengkong. Salah satu taruna diketahui adalah anak kandung H. Agus Salim, tokoh perjuangan bangsa.
Maksudnya adalah untuk mendahului tentara Belanda melucuti pasukan Jepang di Tangerang. Jadi harus Indonesia yang melakukannya. Ini demi kedaulatan bangsa yang baru saja merdeka.
Sampailah pasukan muda itu di markas tentara Jepang. Dikabarkan Tentara Jepang sebenarnya sangat hormat dan salut dengan keberanian tentara-tentara “taruna” yang datang ke markas mereka.
Dipersilahkanlah masuk ke markas Mayor Daan Mogot yang didampingi Mayor Wibowo dan salah satu taruna oleh Kapten Abe pimpinan di sana. Untuk sementara pasukan taruna di luar dipimpin oleh Letnan Soebianto
Pada tanggal 30 November
1945 dilakukan perundingan
antara Indonesia dengan
delegasi Sekutu. Indonesia
diwakili oleh Wakil Menteri Luar
Negeri Agoes Salim yang
didampingi oleh dua dua
perwira TKR yaitu Mayor
Wibowo dan Mayor Oetarjo.
Sedangkan pihak Sekutu
(Inggris), Brigadir ICA Lauder
didampingi oleh Letkol
Vanderpost (Afrika Selatan) dan
Mayor West.
Pertemuan yang merupakan
Meeting of Minds,
menghasilkan ketetapan
tentang pengambil-alihan
primary objectives tentara
Sekutu oleh TKR yang meliputi
perlucutan senjata dan
pemulangan 35 ribu tentara
Jepang yang masih di
Indonesia, pembebasan dan
pemulangan Allied Prisoners of
War and Internees (APWI) yang
kebanyakan terdiri dari lelaki
tua, wanita, dan anak-anak
berkebangsaan Belanda dan
Inggris sebanyak 36 ribu.
Berdasarkan kesepakatan 30
November 1945, tentara Sekutu
tidak lagi memiliki alasan untuk
memasuki wilayah kekuasaan
Indonesia maupun
menggunakan tentara Jepang
untuk memerangi Indonesia
dengan dalih mempertahankan
status quo pra- Proklamasi.
Perintah itu disampaikan oleh
pihak Sekutu kepada Panglima
Tentara Jepang Letjen Nagano.
Sekitar tanggal 5 Desember
1945 ditegaskan oleh Kolonel
Yashimoto dari pimpinan
tentara Jepang kepada
pimpinan Kantor Penghubung
TKR di Jakarta cq Mayor Oetarjo
bahwa para komandan tentara
Jepang setempat sesuai
dengan keputusan pimpinan
tentara Sekutu, telah
diperintahkan tunduk kepada
para komandan TKR setempat
yang bertanggung jawab atas
pemulangan mereka.
Namun pada tanggal 24
Januari 1946, Daan Mogot
mendengar pasukan NICA
Belanda sudah menduduki
Parung. Dan bisa dipastikan
mereka akan melakukan
gerakan merebut senjata
tentara Jepang di depot
Lengkong.
Ini sangat berbahaya karena
akan mengancam kedudukan
Resimen IV Tangerang. Untuk
mendahului jangan sampai
senjata Jepang jatuh ke tangan
sekutu, berangkatlah pasukan
TKR dibawah pimpinan Mayor
Daan Mogot dengan
berkekuatan 70 taruna Militer
Akademi Tangerang (MAT) dan
delapan tentara Gurkha pada
tanggal 25 Januari 1946 lewat
tengah hari sekitar pukul
14.00. Ikut pula bersamanya
beberapa orang perwira
seperti Mayor Wibowo, Letnan
Soebianto Djojohadikoesoemo
dan Letnan Soetopo.
Dengan mengendarai tiga truk
dan satu jip militer hasil
rampasan dari Inggris, para
prajurit berangkat dan sampai
di markas Jepang Lengkong
pukul 16.00 WIB. Di depan
pintu gerbang, truk
diberhentikan dan pasukan
TKR turun. Mereka memasuki
markas tentara Jepang dengan
Mayor Daan Mogot, Mayor
Wibowo, dan taruna Alex
Sajoeti (fasih bahasa Jepang)
berjalan di depan. Pasukan
taruna diserahkan kepada
Letnan Soebianto dan Letnan
Soetopo untuk menunggu di
luar.
Kapten Abe, dari pihak Jepang,
menerima ketiganya di dalam
markas. Mendengar penjelasan
maksud kedatangan mereka,
Kapten Abe meminta waktu
untuk menghubungi atasannya
di Jakarta. Ia beralasan bahwa
ia belum mendapat perintah
atasannya tentang perlucutan
senjata. Saat perundingan
berjalan, ternyata Lettu
Soebianto dan Lettu Soetopo
sudah mengerahkan para
taruna memasuki sejumlah
barak dan melucuti senjata
yang ada di sana dengan
kerelaan dari anak buah Kapten
Abe. 40 orang Jepang telah
terkumpulkan di lapangan.
Namun entah mengapa, tiba-
tiba terdengar bunyi tembakan
yang tidak diketahui dari mana
asalnya. Disusul tembakan dari
tiga pos penjagaan
bersenjatakan mitraliur yang
diarahkan kepada pasukan
taruna yang terjebak. Tentara
Jepang yang berbaris di
lapangan ikut pula memberikan
perlawanan dengan merebut
kembali sebagian senjata
mereka yang belum sempat
dimuat ke dalam truk milik TKR.
Terjadilah pertempuran yang
tak seimbang, apalagi
pengalaman tempur dan
persenjataan para Taruna tak
sebanding dsengan pihak
Jepang. Taruna MAT menjadi
sasaran empuk, diterjang oleh
senapan mesin, lemparan
granat serta perkelahian
sangkur seorang lawan
seorang.
Ketika mendengar pecahnya
pertempuran, Mayor Daan
Mogot segera berlari keluar
meninggalkan meja
perundingan dan berupaya
menghentikan pertempuran
namun upaya itu tidak berhasil.
Mayor Daan Mogot bersama
beberapa pasukannya
menyingkir meninggalkan
asrama tentara Jepang,
memasuki hutan karet yang
dikenal sebagai hutan
Lengkong.
Namun Taruna MAT yang
berhasil lolos menyelamatkan
diri di antara pohon-pohon
karet mengalami kesulitan
menggunakan karaben Terni
yang dimiliki. Sering peluru
yang dimasukkan ke kamar-
kamarnya tidak pas karena
ukuran berbeda atau sering
macet. Pertempuran ini tidak
berlangsung lama, karena
pasukan itu bertempur di
dalam perbentengan Jepang
dengan persenjataan dan
persediaan peluru yang amat
terbatas.
Dalam pertempuran, Mayor
Daan Mogot terkena peluru
pada paha kanan dan dada.
Tapi ketika melihat anak
buahnya yang memegang
senjata mesin mati tertembak,
ia kemudian mengambil
senapan mesin tersebut dan
menembaki lawan sampai ia
sendiri dihujani peluru tentara
Jepang dari berbagai penjuru.
Monumen Lengkong
Dari pertempuran di hutan
Lengkong, 33 taruna dan 3
perwira gugur serta 10 taruna
luka berat. Mayor Wibowo
bersama 20 taruna ditawan,
hanya 3 taruna, yaitu Soedarno,
Menod, Oesman Sjarief berhasil
meloloskan diri dan tiba di
Markas Komando Resimen TKR
Tangerang pada pagi hari.
Pasukan Jepang selanjutnya
bertindak penuh kebuasan.
Mereka yang telah luka terkena
peluru dan masih hidup
dihabisi dengan tusukan
bayonet. Ada yang tertangkap
sesudah keluar dari tempat
perlindungan, lalu diserahkan
kepada Kempetai Bogor.
Beberapa orang yang masih
hidup (walau mereka dalam
keadaan terluka) dipaksa untuk
menggali kubur bagi teman-
temannya.
Tanggal 29 Januari 1946 di
Tangerang diselenggarakan
pemakaman kembali 36
jenasah yang gugur dalam
peristiwa Lengkong disusul
seorang taruna Soekardi yang
luka berat namun akhirnya
meninggal di RS Tangerang.
Mereka dikuburkan di dekat
penjara anak-anak Tangerang.
Hadir pula pada upacara
tersebut Perdana Menteri RI
Sutan Sjahrir, Wakil Menlu RI
Haji Agoes Salim yang
puteranya bernama Sjewket
Salim ikut gugur dalam
peristiwa tersebut beserta para
anggota keluarga taruna yang
gugur. Dan bagi R.Margono
Djojohadikusumo, pendiri BNI
1946, ia kehilangan dua putra
terbaiknya yaitu Letnan
Soebianto Djojohadikoesoemo
dan Taruna R.M. Soejono
Djojohadikoesoemo (keduanya
paman dari Prabowo Subianto).
Untuk mengenang jasa-
jasanya, pemerintah Indonesia
kemudian mengangkat Daan
Mogot sebagai pahlawan
nasional. Namanya juga
diabadikan menjadi nama Jalan
yang menghubungkan Jakarta
dengan Tangerang. Jalan Ini
memiliki sahabat setia yaitu Kali
Mookervaat.
Daan Mogot tutup usia pada
tanggal 25 Januari tahun 1946.
Hanya sempat merasakan
sebulan hidup di usia 17 tahun
atau dikenal sebagai saat
sweet seventeen saat ini.
Mungkin bagi anak muda akan
diperingati sebagai masa yang
indah, namun bagi Hadjari
Singgih, pacar Mayor Daan
Mogot, adalah sebuah
pengorbanan yang sangat
berarti bagi negeri ini. Kado
yang terindah darinya adalah
dengan memotong rambutnya
yang panjang mencapai
pinggang dan menanam
rambut itu bersama jenasah
Daan Mogot.
Kini di antara kemewahan
kawasan Serpong, Tangerang
Selatan, "terselip" sebuah
sejarah bernilai tinggi bagi
Republik Indonesia. Sebuah
rumah tua, bekas markas
serdadu Jepang di Desa
Lengkong, menjadi saksi
"Pertempuran Lengkong." Di
sebelah kanan rumah itu
berdiri sebuah monument yang
dibangun sejak tahun 1993.
Terukir sejumlah nama taruna
dan perwira yang gugur dalam
peristiwa heroik yang itu.
Namun yang patut disayangkan
adanya perbedaan antara
museum Lengkong dengan
obyek-obyek sejarah lainnya di
Tanah Air ini.
Markas tentara Jepang di Desa
Lengkong (sumber gambar :
www.glowupmagazine.com)
Museum dan Monumen
Lengkong bukanlah salah satu
sarana obyek wisata yang bisa
dikunjungi oleh masyarakat
luas. Pemanfaatannya hingga
saat ini hanya sekedar tempat
peringatan peristiwa
pertempuran. Sehingga banyak
dari masyarakat sekitar yang
tidak tahu akan keberadaan
bangunan historis tersebut.
Apalagi seharusnya di museum
terpampang foto-foto
perjuangan para taruna militer
di Indonesia beserta
akademinya, namun sayang
sekali foto-foto bersejarah
tersebut kini berada di
Akademi Militer Tangerang dan
akan dipasang kembali tiap
tanggal 25 Januari dalam
upacara peringatan peristiwa
Pertempuran Lengkong.
Kisah kepahlawanan Daan
Mogot menjadi tamparan bagi
kita, saat usia muda ia telah
berbakti untuk negerinya.
Seharusnya kita terus
kabarkan, agar para pemuda
tahu bahwa sejarah negeri ini
bermula dari kaum pemuda.
Agar para orang pemimpin
negeri ini tak memandang
remeh pada jeritan kaum
muda. Simak dan renungkan,
apa yang terukir di pintu
gerbang Taman Makam
Pahlawan Taruna, Tangerang :
Kami bukan pembina candi
Kami hanya pengangkut batu
Kamilah angkatan yg mesti
musnah
Agar menjelma angkatan baru
Di atas kuburan kami telah
sempurna
(Sebuah sajak Henriette Rolang
Holst ditemukan di saku Lettu
Soebianto Djojohadikusumo.
Sajak itu tertulis dalam bahasa
Belanda dan diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia oleh
Rosihan Anwar).

SEJARAH SRI WIJAYA DI INDIA


Sri Maharaja Balaputradewa(Sumatera)adik dari Maharaja Samaratungga(Jawa) adalah anggota Wangsa Sailendra yang menjadi raja Kerajaan Sriwijaya sekitar tahun 850-an.
Nalanda (Hindi / bahasa Sansekerta / Pali: नालंदा) merupakan pusat kuno pendidikan tinggi di Bihar, India. Tempat Nalanda terletak di negara bagian India Bihar, sekitar 88 kilometer arah tenggara kota Patna, dan merupakan pusat Buddha belajar dari abad CE kelima atau keenam ke 1197 M. Telah disebut "salah satu universitas besar pertama dalam sejarah ". Nalanda berkembang antara pemerintahan Śakrāditya (yang identitasnya tidak pasti dan yang mungkin telah baik Kumara Gupta I atau Kumara Gupta II) dan 1197 CE, didukung oleh patronase dari Hindu Gupta penguasa serta kaisar Buddha seperti Harsha dan kaisar kemudian dari Kekaisaran Pala.
PRASASTI NALANDA:(MUSEUM DI INDIA)
TERJEMAHANNYA:
Kami yang diminta oleh Balaputradeva Maharaja terkenal, raja Suwarnadvipa melalui utusan saya telah menyebabkan untuk membangun sebuah biara di Nalanda yang diberikan oleh dekrit ini terhadap pendapatan untuk diberkati Sang Buddha, tempat tinggal semua kebajikan terkemuka seperti Prajnaparamita itu, untuk korban, persembahan, tempat tinggal, pakaian, sedekah, tempat tidur, syarat dari obat-obatan seperti sakit, dll dari perakitan bhiksus terhormat dari empat perempat (yang terdiri) yang Boddhisattwas berpengalaman dalam tantra, dan delapan besar tokoh suci (yaitu aryapuggalas) untuk menulis dharma-ratnas teks-teks Buddhis dan untuk perbaikan iklan tetap up-biara (kapan) rusak.
Ada raja Yavabhumi (Yava atau Java), yang merupakan ornamen dari dinasti Sailendra, yang kaki teratai mekar dengan kilau permata di deretan mahkota gemetar di kepala semua pemuka, dan yang namanya Selaras untuk para penyiksa terkenal musuh berani (Vira-vairi-mathana). Ketenarannya, menjelma seolah-olah dengan menetapkan kaki pada daerah (putih) istana, di lili air putih, pada tanaman logus, Conches, bulan, melati dan salju dan yang tak henti-hentinya dinyanyikan di semua penjuru, merasuki seluruh alam semesta. Pada saat raja mengerutkan dahi dalam kemarahan, nasib musuh juga rusak secara bersamaan dengan hati mereka.
Memang yang bengkok di dunia sudah mendapat cara bergerak yang sangat cerdik pada orang lain yang mencolok. Dia memiliki seorang putra (bernama Samaragravira), yang memiliki kebijaksanaan, kecakapan, dan tindakan yang baik, yang dua kaki fordled terlalu banyak dengan ratusan mahkota raja-raja yang perkasa (membungkuk ke bawah). Dia memiliki prajurit terdepan dalam medan perang dan ketenarannya sama dengan yang didapatkan oleh Yudhistira, Paracara, Bhimasena, Karna dan Arjuna. Banyaknya debu bumi, dibesarkan oleh kaki pasukannya, bergerak di bidang pertempuran, pertama kali diledakkan ke langit oleh angin, yang dihasilkan oleh bergerak di bumi (lagi) oleh inchor itu, tercurah dari pipi dari gajah.
Dengan keberadaan yang terus menerus ketenaran dunia adalah sama sekali tanpa dua minggu gelap, seperti keluarga penguasa daityas (iblis) adalah tanpa keberpihakan dari Khrisna. Sebagai Paulomi dikenal sangat (istri) pemimpin dari Sura (yaitu Indra), Rati istri dari pikiran kelahiran (Kama), putri gunung (Parvati) dari musuh Kama (yaitu Siwa) , dan Lakshmi dari musuh Mura (yaitu Wisnu), jadi Tara adalah permaisuri ratu raja itu, dan adalah putri penguasa Dharmasetu besar dari ras lunar dan mirip Tara (dewi Buddha nama ini) dirinya sendiri. Sebagai putra Suddhodana (yaitu Sang Buddha) penakluk Kamadeva, lahir dari Maya, dan Skanda, yang senang jantung sejumlah dewa, lahir atau Uma oleh Siwa, lahir dari dirinya dengan bahwa raja Balaputra terkenal , yang menguasai jelajah kebanggaan semua penguasa dunia, dan sebelum yang tumpuan kaki (kursi mana nya lotus kaki beristirahat) para pangeran kelompok tertunduk.
Dengan pikiran tertarik dengan keunggulan manifold Nalanda dan melalui devosi kepada matahari Suddhodana (Buddha) dan setelah menyadari bahwa kekayaan adalah berubah-ubah seperti ombak dari aliran gunung, dia yang terkenal adalah seperti itu dari Sanghartamitra.
Ini bisa saja berarti bahwa kekayaannya berteman penyebab Sangha. Dibangun di sana (di Nalanda) sebuah biara yang merupakan tempat tinggal para biksu perakitan kualitas yang baik dan berbagai putih serries tempat tinggal stuccoed dan luhur. Setelah diminta, Raja Devapaladeva yang thepreceptor untuk memulai ke wndowhood istri-istri semua musuh, melalui utusan, sangat hormat dan keluar dari pengabdian dan mengeluarkan piagam, (dia) memberikan lima desa yang tujuannya telah motived atas untuk kesejahteraan sendiri, orang tua dan dunia.
Selama ada kelanjutan laut, atau Gangga memiliki anggota tubuhnya (arus air) gelisah dengan rambut dikepang luas Hara (Siwa), selama raja tak gerak suatu ular (Shesa) ringan menanggung berat dan bumi yang luas setiap hari, dan selama (Udaya) dan Timur (Asta) Barat gunung memiliki puncak permata mereka tergores oleh kuku kuda-kuda Matahari, selama mungkin tindakan meritprious, menyiapkan kebajikan dunia, bertahan .
— with Merah Silu, Ricky Andriawan
'https://www.facebook.com/photo.php?fbid=291146217638694&set=a.103262806427037.9483.100002299542871&type=1'

Masjid Tertua di Indonesia

Masjid Tertua di Indonesia
BERKEMBANGNYA agama Islam di
Indonesia, khususnya di Jawa,
selama ini selalu dikaitkan
dengan kiprah Wali Songo yang
hidup antara abad ke-15 dan
ke-16 Masehi. Akan tetapi, keberadaan Masjid Saka Tunggal
di Desa Cikakak, Kecamatan
Wangon, Banyumas, Jawa Tengah,
menunjukkan bahwa Islam
sebenarnya berkembang jauh
sebelum periode sembilan wali itu. Masjid Saka Tunggal, yang
artinya hanya bertiang satu,
konon dibangun tahun 1288
Masehi. Menurut imam masjid
berarsitektur perpaduan Hindu-
Islam tersebut, tahun berdirinya Masjid Saka Tunggal dapat
diketahui dari angka yang
terpahat di salah satu sisi saka
tunggal, yakni 8821. Angka tarikh
tersebut dibaca terbalik sehingga
terbaca 1288 1.522 masehi. Masjid ini memang sudah sangat
tua. Usianya 720 tahun. imam
masjid yang sekarang adalah
yang ke-10, Pendiri masjid ini
adalah Mbah Mustolih. Tidak jelas
dari mana Mbah Mustolih berasal. Namun, warga sekitar masjid
meyakini bahwa dialah pendiri
masjid dan orang yang kali
pertama menyebarkan Islam di
Cikakak. Sampai saat ini silsilah
pasti tentang pendiri dan imam masjid ini belum ada, tetapi kisah
turun-temurun yang kami terima
seperti itu.
Jika benar Masjid Saka Tunggal
berdiri sejak tahun 1288, berarti
usia masjid tersebut lebih tua daripada riwayat Kerajaan
Majapahit yang mulai berdiri
tahun 1294 atau enam tahun
sesudah masjid berdiri. Dengan
kata lain, Masjid Saka Tunggal
mulai dibangun pada masa kekuasaan Kerajaan Singasari.
Terlepas kebenaran tahun
pendiriannya, hingga saat ini
Masjid Saka Tunggal belum
kehilangan sama sekali wajah
aslinya. Bedanya, gebyok kayu dan gedek bambu yang semula
menjadi dinding masjid ini telah
diganti dengan tembok. Salah satu
tampilan asli masjid ini yang
belum hilang adalah saka tunggal
di tengah-tengah bangunan masjid. Saka tunggal tersebut
dibuat dari galih kayu jati berukir
motif bunga warna-warni. Di
bagian pangkal berdiameter
sekitar 35 sentimeter. Saka ini
berdiri hingga di atas wuwungan yang berbentuk limas, seperti
wuwungan pada Masjid Agung
Demak. Salah satu keunikan Saka
Tunggal adalah keberadaan
empat helai sayap dari kayu di
tengah saka.empat sayap yang menempel di saka tersebut
melambangkan papat kiblat lima
pancer, atau empat mata angin
dan satu pusat. Papat kiblat lima
pancer berarti manusia sebagai
pancer dikelilingi empat mata angin yang melambangkan api,
angin, air, dan bumi.
Saka tunggal itu perlambang
bahwa orang hidup ini seperti alif,
harus lurus. Jangan bengkok,
jangan nakal, jangan berbohong. Kalau bengkok, maka bukan lagi
manusia.
Empat mata angin itu berarti
bahwa hidup manusia harus
seimbang. Jangan terlalu banyak
air bila tak ingin tenggelam, jangan banyak angin bila tak mau
masuk angin, jangan terlalu
bermain api bila tak mau
terbakar, dan jangan terlalu
memuja bumi bila tak ingin jatuh.
Hidup itu harus seimbang. Papat kiblat lima pancer ini sama
dengan empat nafsu yang ada
dalam manusia. Empat nafsu yang
dalam terminologi Islam-Jawa
sering dirinci dengan istilah
aluamah, mutmainah, sopiah, dan amarah. Empat nafsu yang selalu
bertarung dan memengaruhi
watak manusia. Keaslian lain
yang masih terpelihara di masjid
yang sejak tahun 1980 ditetapkan
sebagai cagar budaya Banyumas tersebut adalah ornamen di ruang
utama, khususnya di mimbar
khotbah dan imaman. Ada dua
ukiran di kayu yang bergambar
nyala sinar matahari yang mirip
lempeng mandala. Gambar seperti ini banyak ditemukan
pada bangunan-bangunan kuno
era Singasari dan Majapahit.
Kekhasan masjid ini yang masih
ada adalah atap dari ijuk kelapa
berwarna hitam. Atap seperti ini mengingatkan atap bangunan
pura zaman Majapahit atau
tempat ibadah umat Hindu di Bali.
Tempat wudu pun juga masih
bernuansa zaman awal didirikan
meskipun dindingnya sudah diganti dengan tembok.
Keunikan lain juga dapat ditemui
di sekitar masjid karena setiap
pengunjung yang datang, akan
disambut puluhan ekor kera-kera
di sekitar masjid tersebut sejak puluhan tahun lalu akibat
pepohonan di bukit Jojog Telu
mulai merangas

Imperialis sekutu berharap setelah pilpres di RI ada kekacauan

Imperialis Sekutu (AS cs) berharap
stlah pilpres ini di RI ada kekacauan
politik besar yg berujung perang
saudara spt di jaman PKI dulu.
Mereka lg coba brmain api disini lwt
kakitgnnya di pilpres kmrn, 2 kubu yg
punya kekuatan yg hampir berimbang
berusaha diadu domba.
Intinya mreka tdkmau negri ini jd
aman damai sentosa sehingga sadar
akan jatidiri bangsanya yg besar
sehingga bangsa ini akan sulit
dikendalikan mrk utk menguasai
kekayaan SDA negeri Nuhsantara.
Sedikit kami ulas perang saudara yg
prnh trjadi di RI.
Berjuang Melawan Lupa
Menguak Sejarah yg dilupakan
Setelah TNI berhasil menumpas
G30S/ PKI di Jakarta, digelarlah
operasi pembersihan PKI besar2an di
bbrp daerah. Tak tanggung2 TNI
dibawah komando Soeharto
menurunkan pasukan elitnya saat itu
RPKAD (skrg Kopassus) Resimen Para
Komando Angkatan Darat utk
bergerak ke Jawa Tengah. Salah satu
kota sasaran RPKAD adalah Solo yang
saat itu menjadi salah satu basis PKI
trbesar di RI khususnya pulau jawa.
PKI saat itu adalah salasatu partai
terbesar di RI dgn skitar 5 juta org
pengikut.
RPKAD mulai memasuki Solo sekitar
akhir Oktober 1965. Kedatangan
komandan RPKAD Kolonel Sarwo
Edhie Wibowo dan pasukannya
disambut aksi mogok kerja Serikat
Buruh Kereta Api (SBKA) di Stasiun
Solo Balapan.
Mereka hanya duduk-duduk di pinggir
rel Kereta dari Yogyakarta, Semarang,
Madiun dan tujuan lain tertahan di
Solo.
Kolonel Sarwo pun berdialog dengan
para buruh tersebut. Wartawan Senior
Hendro Subroto melukiskan peristiwa
itu dalam buku 'Perjalanan Seorang
Wartawan Perang' yang diterbitkan
Pustaka Sinar Harapan.
Sarwo yang berkaca mata hitam
berteriak. "Siapa yang mau mogok,
berkumpul di sebelah kiri saya."
Hening. Tak ada yang bergerak.
Sarwo berteriak lagi. "Siapa yang
tidak mau mogok supaya berkumpul
di sebelah kanan saya. Saya beri
waktu lima menit!"
Ternyata semua pekerja itu berkumpul
di sebelah kanan Sarwo. Tak ada satu
pun yang berdiri di kiri. "Lho ternyata
tidak ada yang mau mogok. Kalau
begitu jalankan kereta api," kata
Sarwo.
Para pekerja itu bergerak ke pos
masing-masing. Mogok kerja berakhir,
kereta pun berjalan kembali.
Di Jawa Tengah, pasukan ini juga
kerap melakukan show of force.
Mereka konvoi keliling kota dengan
panser dan puluhan truk pasukan
RPKAD. Para prajurit melambai-lambai
kan tangan dengan ramah pada
masyarakat yang semula takut.
Strategi itu berhasil, rakyat
menyambut dgn sukacita, sementara
para pendukung G 30 S/ PKI mulai
ciut.
Selain konvoi, Sarwo juga berorasi di
rapat umum yang dihadiri ribuan
massa. Sarwo mencoba menggerakan
rakyat agar berani melawan PKI.
"Siapa yang bersedia dipotong
lehernya dibayar seribu rupiah?" teriak
Sarwo. Massa terdiam.
"Sepuluh ribu rupiah?" Massa masih
diam.
"Seratus ribu? Sejuta? Sepuluh juta?"
lanjut Sarwo pada massa yang
terdiam.
"Jika dibayar Rp 10 juta saja kalian
tidak mau dipotong lehernya, jangan
berikan leher kalian secara gratis
pada PKI. Kalian lawan PKI ! Jika
kalian takut, ABRI berada di belakang
kalian. Jika kalian merasa tidak
mampu, ABRI bersedia melatih," kata
Sarwo disambut sorak sorai massa.
Rakyat yang awalnya takut pada PKI
karena saat itu adalah partai politik n
organisasi massa yang besar kuat
dan terorganisir akhirnya berani
bangkit dan melawan. Apalagi tidak
sedikit dari keluarga mereka yang jg
ikut menjadi korban pembantaian PKI
jd ingin turut serta untuk membalas
dendam. Rakyat mendpt angin n jd
diatas angin trhdp PKI.
Ucapan Sarwo Edhie benar-benar
dilakukan. RPKAD melatih pemuda-
pemuda maupun aktivis ormas
antikomunis. Rakyat ikut bangkit
melawan PKI.
Merekalah yang kelak menjadi
penjagal terdepan bagi para anggota
PKI, simpatisan, atau siapasaja orang
yang dituding sebagai PKI.
Sejarah kemudian mencatat
pembantaian massal besar2an terjadi
di Jawa Tengah dan sebagian Jawa
Timur serta Bali. Sarwo Edhie
mencatat korban tewas tak kurang
dari 3 juta orang PKI dan
simpatisannya tewas dibunuh oleh
rakyat n TNI di tanah jawa n bali saja
dan ini sengaja ditutupi oleh
pemerintah orba saat itu.
Pemberontakan PKI mmg kejam tp
pembalasan pemerintahan orba
pimpinan Soeharto trhdp org2 PKI n
simpatisannya yg kadang tdktau
menahu jauh lbh kejam lagi.
Peristiwa ini disebut2 sebagai puncak
tragedi kemanusiaan paling kelam n
berdarah di negeri ini dimana rakyat
indonesia saat itu dgn mudahnya
saling bunuh krn dendam akibat
dampak dari ambisi dan agresifitas
PKI yang membabi buta merebut
kekuasaan pusat.
Ini baru kisah kecil diantara kisah2
horor perang saudara yg pernah trjadi
di negri qta pasca G30S/ PKI hmpr 50
thn yl, masa puncak kejahiliahan RI
krn nyawa manusia sdh tdk brharga
lagi, membunuh saudara sndiri
seenak qta mau makan n tidur saja
hnya setitik sentimen perbedaan saja
sdh jd percikan besar utk saling
bunuh dan gilanya dipertontonkan
dimuka umum !!
Saat itu bangsa nuhsantara yg sgt
trkenal luhur lemah lembut sopan n
santun trhdp sesama brubah total spt
binatang buas n liar yg bs menerkam
induk n memakan anaknya sndiri !
dan itu utama trjd di tanah jawa yg
trkenal beradab sketika menjd biadab !
Apa qta mau diadu domba spt ini lagi
sobs ??!
Siapa yg diuntungkan dgn sikon spt
ini jk itu trjd lagi?? Yg jlas bukan
rakyat !! Krn lagi2 rakyat cuma jd
korban tumbal pertarungan
kekuasaan elit politik yg dikendalikan
kekuatan asing.... Sekutu !
Tetaplah AS n sekutunya sbg
pemenang yg menari diatas bangkai
saudara2 qta sebangsa n setanah air
yg jd tumbal imperialisme;
penguasaan kekayaan alam n SDA
nuhsantara
Sejarah hanyalah mesin waktu yg
berputar spt jam n Sejarah bs saja
terulang.....
Waspadalah.

Bersyukur adalah kunci kebahagiaan

BERSYUKUR (mampu memaximalkan
rezeki yg ada) adalah kunci
KEBAHAGIAAN
1 membuat orang
bahagia, tentunya Adolf Merckle,
orang terkaya dari Jerman, tidak akan
menabrakkan dirinya ke kereta api
express.
Jika ketenaran bisa membuat orang
bahagia, tentunya Michael Jackson,
Kurt Cobain pentolan band Nirvana
penyanyi top n aktor film Robin
Williams dari USA, tidak akan
overdosis n bunuh diri
Jika kekuasaan bisa membuat orang
bahagia, tentunya G. Vargas, presiden
Brazil, tidak akan menembak
jantungnya.
Jika kecantikan bisa membuat orang
bahagia, tentunya Marilyn Monroe,
artis cantik n sexy dari USA, tidak
akan meminum alkohol dan obat
depresi hingga mati overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang
bahagia, tentunya Thierry Costa,
dokter terkenal dari Perancis, tidak
akan bunuh diri, akibat sebuah acara
di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya
hidup seseorang itu, bukan ditentukan
oleh seberapa kayanya, tenarnya,
cantiknya, kekuasaannya,
kesehatannya atau kesesuksesan
apapun dlm hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang
itu bahagia adalah dirinya sendiri...
Mampu maximal n mensyukuri semua
yang sudah dimilikinya dalam segala
hal.
Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti
orang-orang kaya akan membeli
kebahagiaan itu n kita akan sulit
mendapatkan kebahagiaan karena
sudah diborong oleh mereka.
Kalau kebahagiaan itu ada di suatu
tempat, pasti belahan lain di bumi ini
akan kosong karena semua orang
akan ke sana berkumpul di mana
kebahagiaan itu berada .
Untungnya, letak kebahagiaan itu
berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau
pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah HATI yang
BERSIH, JUJUR dan IKHLAS serta
PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa
menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan
pun, di manapun dan dengan kondisi
apapun.
KEBAHAGIAAN itu milik orang-orang
yang mampu BERSYUKUR....
"Apa saja nikmat yang kamu peroleh
adalah dari Allah, dan apa saja
bencana yang menimpamu, maka dari
(kesalahan) dirimu sendiri. Kami
mengutusmu menjadi Rasul kepada
segenap manusia. Dan cukuplah Allah
menjadi saksi" QS. 4:79
Sumber : post AI

AS bagaikan kekaisaran zaman romawi dulu menurut presiden brazil.

Presiden Brazil, Lula da Silva, dalam
KTT Ekonomi di Davos, Swiss (2013),
mengungkapkan kegeramannya
terhadap George Soros —pialang
valas keturunan Hungaria— yang
dinilainya terlalu mengobok-obok
urusan dalam negeri Brazil.
”Dalam sistem ekonomi kapitalisme,
kepala negara-kepala negara di dunia
ditentukan oleh AS. Dalam pemilu
Brazil, kandidat yang menentang
kebijakan kami, tidak boleh terpilih...”,
kata Soros kepada pers Brazil.
Diakui atau tidak, AS kini bagaikan
Kekaisaran Romawi pada zaman dulu.
Semua negara diaturnya, termasuk
Indonesia. Bagaimana dikatakan
negeri ini berdaulat jika empat kali
amandemen UUD 1945 dibiayai oleh
National Democratic Institute (NDI)
dan United Nations Development
Program (UNDP), masing-masing
sebesar $US 95 juta, $US 45 juta,
$US 35 juta dan $US 25 juta.
Bahkan, United States Agency for
International Development (USAID)
dan Bank Dunia ”membeli” UU No.
22/2001 tentang Minyak dan Gas
Bumi dengan harga $US 40 juta.
Selain itu, penyusunan UU No. 21/
2002 tentang Ketenagalistrikan 'diatur
di bawah meja' oleh Asian
Development Bank (ADB) senilai $US
450 juta. Penyusunan UU N0. 7/2004
tentang Sumber Daya Air juga dibiayai
Bank Dunia sebesar $US 50 juta.
Jika Hukum n UU yg mengatur negara
sdh bs dibeli maka bangsa ini hnya
akan spt buih dilautan yg mudah
diombang ambing semaunya diobok2
oleh si pembeli hukum n UU tsb.

MAKNA ORNAMEN SIMBOL RAHIM SERTA PATUNG MANUSIA BURUNG & PORNOGRAFI DI SITUS CANDI SUKUH

HASIL EXPEDISI GUNUNG LAWU
MAKNA ORNAMEN SIMBOL RAHIM SERTA PATUNG MANUSIA BURUNG & PORNOGRAFI DI SITUS CANDI SUKUH
SUKUH yg dlm bhs Lemuria; ZULKH (PORTABLE) yg di candi ini brati PORTAL DIMENSI n teridentifikasi adlh portable dimensi dr bangsa ZERV (zervo) yg mewajibkan ritual sex orgy kpd mrk yg mau memakai portal tsb sbg sarat masuknya yg dilakukan di saat2 mlm bulan purnama (ritual bid'ah n dr sinilah awalnya paham sex bebas dgn sgala penyimpangan sex lainx; homo, lesbi, sodomi, masokhis, pedofil etc) yg digambarkan dgn bbrp ornamen pornografi di skitaran candi sukuh
Simbol rahim di sisi lain candi adlh proses rekayasa genetik -tipudaya- dr bangsa zerv utk menciptakan hybrid manusia burung sbg sosok makhluk yg sengaja diciptakan melalui proses rekayasa genetik utk didewakan mrk yg disesatkan oleh ritual ini sbg sosok yg dianggap mampu membw mrk brpindah dimensi yg rupa patung n ornamennya ada bbrp di candi sukuh yg dikemudian hari patung2 tsb jg dijdkan brhala oleh penduduk di bumi yg msh pcy dgn ajaran mrk.
Bangsa zerv adlh bangsa keturunan dr anak Nabi ADAM as yg murtad dr ajaran Ilahiah yg dibwa sang bpk (Adam); yg brnama QOBIL yg kawin incest dgn IQLIMA yg sbnrx dilarang Tuhan krn mrk saudara kembar n pasca membunuh saudaranya HABIL QS. 5:27-31, mrk berdua yg saat itu tlah dianggap brzina lalu dihukum Tuhan utk diasingkan keluar dr bumi n skrg dgn keturunan n kaumnya yg kafir n pny dendam sejarah tinggal di gugusan zeta reticuli diluar galaxy lagraven/ bimasakti.
ZERV adlh nama dr raja kafir pemimpin mrk yg trkenal (spt fir'aun) bangsa ini dahulu kala msh suka diam2 dtg ke bumi n menyebarkan ajaran sesat membwt kerusakan moral n aqidah kpd penduduk bumi dgn ajaran ritual sex bebas n menyimpang dgn imbalan kecanggihan tekhnologi yg mrk miliki trmsk diantaranya dlm penggunaan zulkh/ portal dimensi ini yg kecanggihannya diberhalakan, mrk mentuhankan dirinya kpd penduduk bumi dgn ajarannya tsb.
Hasil lain investigasi kami kmrn di tkp menemukan bhw candi sukuh sdh mengalami bbrp kali renovasi oleh bbrp penguasa Nusantara di jamannya dgn brbagai tujuan (memelihara sbg tugu peringatan ato mmg ada yg mlanjutkan tradisi ritual sesat tsb) trlihat jelas dr struktur n jenis batuan di sukuh, yg jelas ada renovasi di era sblm n sesdh masehi.
Bbrp potongan2 tulisan kuno di sukuh utk smentara foto2nya msh dlm penelitian kami krn bnyk yg tlah hilang sambungannya, rusak n tdk trbaca, nt sgra akan dipublish stlh lengkap.
Intinya sbg CANDI (SANDI/ CODE/ SIMBOL) candi sukuh saat ini hanyalah gambaran info (Monumen/ Diorama) yg ingin disampaikan oleh para pendahulu qta bhw adanya penindasan paham dgn budaya perusakan moral yg sengaja dibwt oleh suatu bangsa yg mrasa lbh pintar tp kafir kpd bangsa yg lbh lemah moralnya hny demi memenuhi ego n hw nafsunya saja.
Pelajaran penting yg didpt dr candi sukuh adlh distiap jaman slalu ada pihak2 yg mrasa lbh super power dgn ipteknya yg menindas bangsa2 lain demi kepentingan golongan mrk atas penguasaan dr bangsa yg ditindas tsb, spt saat ini yg trjd penindasan kaum kapitalisme barat AS n sekutunya dgn brhala iptek, kecanggihan persenjataan n sistem ekonomi kapitalisme nya kpd dunia timur n budaya2 hedonisme yg mrusak tatanan sosial masyarakat timur yg trkenal beradab n luhur demi penguasaan kekayaan SDAnya.....
*smentara sgitu dulu ya sobs dongenganx smoga mendpt pencerahan spiritual
HASIL EXPEDISI GUNUNG LAWU

MAKNA ORNAMEN SIMBOL RAHIM SERTA PATUNG MANUSIA BURUNG & PORNOGRAFI DI SITUS CANDI SUKUH 

SUKUH yg dlm bhs Lemuria; ZULKH (PORTABLE) yg di candi ini brati PORTAL DIMENSI n teridentifikasi adlh portable dimensi dr bangsa ZERV (zervo) yg mewajibkan ritual sex orgy kpd mrk yg mau memakai portal tsb sbg sarat masuknya yg dilakukan di saat2 mlm bulan purnama (ritual bid'ah n dr sinilah awalnya paham sex bebas dgn sgala penyimpangan sex lainx; homo, lesbi, sodomi, masokhis, pedofil etc) yg digambarkan dgn bbrp ornamen pornografi di skitaran candi sukuh

Simbol rahim di sisi lain candi adlh proses rekayasa genetik -tipudaya- dr bangsa zerv utk menciptakan hybrid manusia burung sbg sosok makhluk yg sengaja diciptakan melalui proses rekayasa genetik utk didewakan mrk yg disesatkan oleh ritual ini sbg sosok yg dianggap mampu membw mrk brpindah dimensi yg rupa patung n ornamennya ada bbrp di candi sukuh yg dikemudian hari patung2 tsb jg dijdkan brhala oleh penduduk di bumi yg msh pcy dgn ajaran mrk.

Bangsa zerv adlh bangsa keturunan dr anak Nabi ADAM as yg murtad dr ajaran Ilahiah yg dibwa sang bpk (Adam); yg brnama QOBIL yg kawin incest dgn IQLIMA yg sbnrx dilarang Tuhan krn mrk saudara kembar n pasca membunuh saudaranya HABIL QS. 5:27-31, mrk berdua yg saat itu tlah dianggap brzina lalu dihukum Tuhan utk diasingkan keluar dr bumi n skrg dgn keturunan n kaumnya yg kafir n pny dendam sejarah tinggal di gugusan zeta reticuli diluar galaxy lagraven/ bimasakti.

ZERV adlh nama dr raja kafir pemimpin mrk yg trkenal (spt fir'aun) bangsa ini dahulu kala msh suka diam2 dtg ke bumi n menyebarkan ajaran sesat membwt  kerusakan moral n aqidah kpd penduduk bumi dgn ajaran ritual sex bebas n menyimpang dgn imbalan kecanggihan tekhnologi yg mrk miliki trmsk diantaranya dlm penggunaan zulkh/ portal dimensi ini yg kecanggihannya diberhalakan, mrk mentuhankan dirinya kpd penduduk bumi dgn ajarannya tsb.

Hasil lain investigasi kami kmrn di tkp menemukan bhw candi sukuh sdh mengalami bbrp kali renovasi oleh bbrp penguasa Nusantara di jamannya dgn brbagai tujuan (memelihara sbg tugu peringatan ato mmg ada yg mlanjutkan tradisi ritual sesat tsb) trlihat jelas dr struktur n jenis batuan di sukuh, yg jelas ada renovasi di era sblm n sesdh masehi.

Bbrp potongan2 tulisan kuno di sukuh utk smentara foto2nya msh dlm penelitian kami krn bnyk yg tlah hilang sambungannya, rusak n tdk trbaca, nt sgra akan dipublish stlh lengkap.

Intinya sbg CANDI (SANDI/ CODE/ SIMBOL) candi sukuh saat ini hanyalah gambaran info (Monumen/ Diorama) yg ingin disampaikan oleh para pendahulu qta bhw adanya penindasan paham dgn budaya perusakan moral yg sengaja dibwt oleh suatu bangsa yg mrasa lbh pintar tp kafir kpd bangsa yg lbh lemah moralnya hny demi memenuhi ego n hw nafsunya saja.

Pelajaran penting yg didpt dr candi sukuh adlh distiap jaman slalu ada pihak2 yg mrasa lbh super power dgn ipteknya yg menindas bangsa2 lain demi kepentingan golongan mrk atas penguasaan dr bangsa yg ditindas tsb, spt saat ini yg trjd penindasan kaum kapitalisme barat AS n sekutunya dgn brhala iptek, kecanggihan persenjataan n sistem ekonomi kapitalisme nya kpd dunia timur n budaya2 hedonisme yg mrusak tatanan sosial masyarakat timur yg trkenal beradab n luhur demi penguasaan kekayaan SDAnya.....

*smentara sgitu dulu ya sobs dongenganx smoga mendpt pencerahan spiritual :) 
 
sumber : atlantis indonesia

MANIPULASI SEJARAH YUNANI * HELENISASI


Sejarah manuskrip atlantisnya plato ditulis skitar 2500 thn yg lalu, prtanyaannya sejarah seumur segitu apa msh asli otentik? pdhl sejarah spt supersemar n G30S/ PKI yg baru kmrn sore saja sdh gakjelas dalangnya ; dijahili oleh tgn2 penguasa rejim orba soeharto yg dibekingi imperialis AS apalg yg sdh ribuan thn? sdh brp penguasa di yunani n eropa yg bbrp kali menulis sejarah tsb?? mengingat helenisasi ; "meyunanikan nama2 asing" prnh dijalankan penguasa2 di eropa di era macedonia, persia n romawi ketika berkuasa di benua eropa n seluruh jajahanx di asia serta helenisasi terakhir di era renaissance eropa pasca perang salib abad XV di era tsb ilmuwan besar timteng namanya diyunanikan spy kedepannya org2 mengenalnya sbg org eropa sbg bangsa yg pintar n asalnya iptek spt ibnu sina jd avicena, ibnu rusd jd averus etc
jd siapa sbnrnya ilmuwan2 "yunani" (diyunanikan?) yg skrg dikenal dgn nama2 kesohornya : plato, socrates, aristoteles, herodotus, theopompos, homer, ephorus, ptolemeus, phytagoras, archimedes, strabo, pliny, solinus, diodorus siculus, philostratus, scylax, avienus, himilco, hesiod etc
benarkah mrk itu asli org2 yunani eropa?? pdhl sejarah Lemuria mencatat jauh sblm plato yunani eropa adalah bangsa jahiliah yg gemar mengadakan upacara ritual paganisme spt bangsa arab timteng/ negeri mekkah di era Nabi Muhammad saw yg tdk berperadaban/ jahiliyah
Masih di era yunani tsb- lalu dlm rangka program tatar sunda dikirimlah bangsa Lambekha yg berkecerdasan tggi oleh dewa(n) matahari dr lemuria/ nusantara utk memberantas kebodohan di eropa menuju jaman pencerahan n berhasil dgn baik menjdkan yunani di eropa sbg pusat renaissance di barat (spt bani ummayah di cordoba andalusia spanyol pd abad XIV) tp dikemudian hari jaman kembali dikuasai oleh kaum kegelapan/ bani israil- yg menggelapkan kebenaran/ memutarbalikan fakta n gemar membwt kerusakan di bumi sehingga sejarahpun tdk luput dirusak demi kepentingan politik n hegemonitas suatu kaum imperialis, sejarah slalu berulang n slalu ditulis oleh para penguasa n pemenang perang dunia di jamannya !
Salam Pencerahan....

sumber:AI (atlantis indonesia)